Minggu, 03 April 2016

I'm Proud to be A Housewife #BahagiadiRumah


Tuhan Itu Memang Maha Baik ({}) berkat kemurahan dan belas kasihnya aku sampai pada titik ini. Masih teringat jelas, 10 tahun lalu aku adalah seorang gadis yang idealis dengan cita-cita tinggi. Aku selalu bekerja keras lebih dari yang dilakukan oleh teman- teman sebayaku demi mengejar prestasi akademis tertinggi. dan Keterpurukan keluargaku dimasa lalu, mencetakku menjadi seseorang yang mementingkan karier melebihi apapun. Hingga suatu hari, diusiaku yang menginjak usia 26 tahun, ibu mengutarakan keinginannya melihatku menikah, katanya ia sudah rindu menimang cucu dariku yang notabene adalah anak satu-satunya. Hingga usiaku menginjak 28 tahun tak pernah sekalipun terlintas untuk menjalin hubungan asmara, tak hanya satu atau dua kali aku menolak pinangan pria yang berkunjung kerumah dengan alasan belum siap. Rasa trauma selalu mnghentikan langkahku tiap kali aku mulai berpikir tentang jalinan rumah tangga. Masih terekam jelas kisruh rumah tangga yang dulu sering dialami ayah dan ibuku. Tempat dimana aku seharusnya mendapat suntikan tenaga dan semangat, justru membuatku tak betah berlama-lama didalamnya karena suasana yang tak lebih baik dari neraka :(

Setelah melalui perdebatan yang alot, aku akhirnya setuju menjalani proses perjodohan. Kupasrahkan semua pada ibu, orang yang selama ini selalu setia  menemaniku. Aku diperkenalkan dengan seorang pria. Dari segi fisik ia jauh dari kriteriaku, namun menurut ibu dia adalah pria yang baik, dan yang paling penting ia dikenal sebagai seorang pekerja keras. Singkat cerita aku menikah dengannya. Suamiku adalah sesosok pria yang sabar dan telaten, ia tidak pernah mengekang apalagi mendikte hampir semua keputusan besar dalam hidupku. Sikapnya yang seperti itulah yang pada akhirnya mampu menurunkan egoku, menghilangkan kekhawatiran yang selama ini menjejali ruang benakku,dan perlahan-lahan akupun menyadari bahwa aku kini adalah seorang istri rumah tangga dengan segudang tanggung jawab. Hingga puncaknya aku memutuskan untuk resign dari tempat kerja yang selama 5 tahun terakhir menaungiku. Banyak orang mempertanyakan keputusanku, bagaimana aku bisa resign saat sedang berada dipuncak karier. Naluriku  mengatakan  bahwa kewajibanku sebagai seorang istri harus kuprioritaskan lebih dari apapun. Awalnya tak mudah, aku harus berada seharian dirumah,dengan segala tetek bengek pekerjaan rumah yang seakan tiada habisnya. Terkadang jenuh menghampiri, namun aku mencoba bersabar dan menikmati. Aku melakukan segala hobi yang sempat tidak terlaksana selama bekerja, Seperti membuat kue, membuat kerajinan crafting, olahraga, dsb demi membunuh kebosanan ditengah rutinitas dirumah. Tak berjalan lama,Tuhan memberikan kado terindah atas semua kesabaranku, yaitu malaikat kecil yang telah kami tunggu selama 2 tahun terakhir ini. Malaikat kecil yang kuberi nama Zsazsa kini telah berusia 5 tahun. Dia tumbuh menjadi anak yang cerdas. Selain memiliki nilai akademis yang membanggakan, ia juga berhasil menorehkan berbagai prestasi cemerlang dibidang non akademis :*

Setelah perjalanan panjang nan terjal, sampailah  pada satu titik aku menyadari Kebahagiaan sejati seorang ibu adalah saat memastikan semua keperluan keluarga tercukupi, rumah terawat, dan melihat anak-anak tumbuh sehat dengan prestasi cemerlang. Kepuasan itu akan semakin berlipat bila semua tercapai  dengan jerih payahku sendiri, bukan melalui campur tangan tangan asisten rumah tangga. Liku-liku cerita hidup memupuk kedewasanku, membuatku mengerti dan dapat menerima tanggung jawab seorang seorang ibu sebagai kebahagiaan yang tak terhingga.

Kini apabila ada orang bertanya,,,profesi apa yang kini sedang kujalani? dengan lantang akan kujawab,,,I’m a Housewife,,,and I’m very proud of it. Tadinya aku hanyalah seorang gadis arogan yang takut berumah tangga akan mengurungku dalam ketidak bahagiaan. Namun perjalanan hidup berhasil menuntunku memahami arti dari kebahagiaan sejati. Engkau tak perlu melanglang buana hingga keujung dunia untuk menemukan hakikat kebahagiaan. Karena hanya dirumahlah engkau kan mereguk kebahagiaan sejati bersama orang-orang yang kau sayangi. Saat bersama keluargamulah engkau kan menemui Kebahagiaan hakiki yang tanpa pamrih, kebahagiaan tanpa topeng penuh kepalsuan yang menutupi. Dan untuk para ibu,,,,saat engkau menjalani semua tanggung jawabmu dirumah dengan sepenuh hati, percayalah,,,Tuhan akan menghadiahkan kebahagiaan bertubi-tubi padamu, jauh lebih banyak dari yang kau minta ;)

Seperti halnya Tabloid Nova yang tahun ini merayakan NOVAVERSARY yang ke 28. Bukan hal yang mudah untuk tetap bertahan dalam dunia percetakan selama 28 tahun, mengingat semakin kerasnya persaingan yang harus dihadapi. Kepercayaan yang besar dari pembaca setia menjadi tanggung jawab berat. Tabloid Nova harus jeli melihat peluang pasar, serta terus berinovasi demi menyajikan yang terbaik . Rubrik-rubrik yang ditampilkan kini juga semakin variatif dan up to date.Terbukti Tabloid Nova menjadi Tabloid Wanita yang tetap diminati dari generasi ke generasi (y)

http://tabloidnova.com/

Happy Aniversary, Tabloid Nova <:-P Teruslah menjadi wadah sekaligus sumber inspirasi bagi para srikandi diseluruh pelosok negeri. Dan Semoga kedepannya Nova menjadi Tabloid Wanita yang paling dicari dan digemari di negeri Indonesia tercinta kita ini :*


https://www.instagram.com/tabloidnovaofficial/tabloidnova.comhttps://www.youtube.com/user/tabloidnovachannel
                                                                              
 

Tidak ada komentar: