Senin, 03 Maret 2014

Escherichia coli

Sejarah



Escherichia Coli pertama kali diidentifikasikan oleh seorang dokter hewan dari Jerman,Theodore Escherich dalam studinya mengenai sistem pencernaan pada bayi hewan.Pada 1885,beliau menggambarkan organisme ini ebagai komunitas bactery coli(Esccherich 1885) dengan membangun segala perlengkapan patogenitasnya di infeksi saluran pencernanaan
Nama “Bacterium Coli” sering digunakan sampai pada tahun 1991.Ketika Castellani dan Chalames menemukan genus Escherichia dan menyusun tipe spesies E. Coli



Klasifikasi Bacteri E coli

Ø Domain    : Bacteria
Ø Kingdom  : Eubacteria
Ø Filum        : Proteobacteria
Ø Kelas        : Gamma Proteobacteria
Ø Ordo         : Enterobacteriales
Ø Family      : Enterobacteriaceae
Ø Genus      : Escherichia
Ø Spesies  : E. Coli




MORFOLOGI

        Escherichia coli umumnya merupakan bakteri pathogen yang banyak ditemukan pada saluran pencernaan manusia sebagai flora normal. Morfologi bakteri ini adalah kuman berbentuk batang pendek (coccobasil), gram negatif, ukuran 0,4 – 0,7 µm x 1-3 µm.Selnya bisa terdapat tunggal,berpasangan,dan dalam rantai pendek,biasanya tidak berkapsul.Bacteri ini aerobic dan dapat juga aerobic fakultatif,mempunyai type metabolisme fermentasi dan respirasi tetapi pertumbuhannya paling sedikit banyak dibawah keadaan anaerob pertumbuhan yang baik pada suhu optimal 370C pada media yang mengandung 1% peptone sebagai sumber karbon dan nitrogen.E. coli memfermentasikan lactosa dan memproduksi indol yang digunakan untuk mengidentifikasikan bacteri pada makanan dan air.
E. coli berbentuk besar (2-3 mm),circular,konveks dan koloni tidak berpigmen pada nutrient dan media darah.E. coli dapat bertahan hingga suhu 600 C selama 15 menit atau pada 550C selama 60 menit
Biasanya sel ini bergerak dengn flagella petrichous.E. coli memproduksi macam-macam fimbria atau pili yang berbeda,banyak macamnya pada struktur dan spektifitas antigen,antara lain filamentus,proteinaceus,seperti rambut appendages disekeliling sel dalam variasi jumlah.Fimbria merupakan rangkaian hidofobik dan mempunyai pengaruh panas atau organ spesifik yang bersifat adhesi.Hal itu merupakan faktor virulensi yang penting


PATOGENITAS

Penyakit yang sering ditimbulkan oleh E. Coli adalah diare.E. coli ini diklasifikasikan oleh ciri khas sifat-sifat virulensinya dan setiap grup menibulkan penyakit melalui mekanisme yang berbeda,yaitu :
1. E. coli enteropatoge(EPEC)
Merupakan penyebab diare terpenting pada bayi, terutama di negara berkembang. Mekanismenya adalah dengan cara melekatkan dirinya pada sel mukosa usus kecil dan membentuk filamentous actin pedestal sehingga menyebabkan diare cair (“Watery diarrheae”) yang bisa sembuh dengan sendirinya atau berlanjut menjadi kronis.
Cara Penularan : Dari makanan bayi dan makanan tambahan yang terkontaminasi. Di tempat perawatan bayi, penularan dapat terjadi melalui ala-alat dan tangan yang terkontaminasi jika kebiasaan mencuci tangan yang benar diabaikan.
 Infeksi EPEC jarang terjadi pada bayi yang menyusui (mendapat ASI). Diare seperti ini dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotika.
2. E. coli Enterotoksigenik(ETEC)
Merupakan penyebab diare umum pada bayi di negara berkembang seperti Indonesia. Berbeda dengan EPEC, E. coli jenis ini memproduksi beberapa jenis eksotoksin yang tahan maupun tidak tahan panas di bawah kontrol genetis plasmid. Pada umumnya, eksotoksin yang dihasilkan bekerja dengan cara merangsang sel epitel usus untuk menyekresi banyak cairan sehingga terjadi diare.
 Penyebab Penyakit : ETEC yang membuat enterotoksin tidak tahan panas (a heat labile enterotoxin = LT) atau toksin tahan panas ( a heat stable toxin = ST) atau memproduksi kedua toksin tersebut (LT/ST).
Cara Penularan : Melalui makanan yang tercemar dan jarang, air minum yang tercemar. Khususnya penularan melalui makanan tambahan yang tercemar merupakan cara penularan yang 165 paling penting terjadinya infeksi pada bayi. Penularan melalui kontak langsung tangan yang tercemar tinja jarang terjadi
3. E. Coli Enterohemoragik(EHEC)
Kategori E. coli penyebab diare ini dikenal pada tahun 1982 ketika terjadi suatu KLB colitis hemoragika di Amerika Serikat yang disebabkan oleh serotipe yang tidak lazim, E. coli O157:H7 yang sebelumnya tidak terbukti sebagai patogen enterik. EHEC menghasilkan verotoksin. Verotoksin memiliki banyak sifat yang serupa dengan toksin. Diare dapat bervariasi mulai dari yang ringan tanpa darah sampai dengan terlihat darah dengan jelas dalam tinja tetapi tidak mengandung lekosit.
Yang paling ditakuti dari infeksi EHEC adalah sindroma uremia hemolitik (HUS) dan purpura trombotik trombositopenik (TTP). Kira-kira 2-7% dari diare karena EHEC berkembang lanjut menjadi HUS. EHEC mengeluarkan sitotoksin kuat yang disebut toksin Shiga 1 dan 2. Toksin Shiga 1 identik dengan toksin Shiga yang dikeluarkan oleh Shigella dysentriae 1.
4. Enteroinvasive E. Coli(EIEC)
Menimbulkan penyakit yang sangat mirip shigelosis. Penyakit ini terjadi paling sering pada anak-anak di negara berkembang dan pada pengunjung negara-negara tersebut. Seperti shigela, strain EIEC tidak memfermentasikan laktosa atau memfermestasikan laktosa dengan lambat dan nonmotil. EIEC menimbulkan penyakit dengan menginvasi sel epitel mukosa usus



5. Enteroagregative E. Coli
                Menyebabkan diare akut dan kronik (durasi > 14 hari) pada masyarakat di negara berkembang. Organisme ini juga menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui makanan di negara industri. Organisme ini ditandai oleh pola perlekatannya yang khas pada sel manusia. EAEC menghasilkan toksin mirip-ST dan hemolisin.






Posting Komentar