Kamis, 20 Maret 2014

Sekilas tentang Bacteri



 I.Bacteri Coccus Gram Positive
1.Staphylococccus
 


·         Sifat dan Morfologi
1.Bentuk bulat,warna ungu,susunan bergerombol
2.Bersifat fakultatif anaerob
3.Tidak berspora,tidak berkapsul dan bersifat non motil
4.Menghasilkan enzim katalase
   Enzim katalase yaitu enzim yang dihasilkan oleh staphylococcus yang berfungsi mengkatalisir perubahan H2O2  menjadi O2 dan air.Caranya:1 ose koloni+1 ose H2O2 3%,bila positif terbentuk gelembung
5.Menghasilkan koagulase
   Yaitu suatu protein mirip enzim yang dihasilkan ole Staphylococcus aureus yang dapat membekukan plasma oksalat atau plasma citrat bila didalamnya terdapat faktor pembekuan.koagulase ini menyebabkan deposit fibrin yang menghambat fagositosis.Caranya:
                 a.Bakar ose sampai pijar,diamkan sebentar
b.Teteskan NaCl pada objek glass sebelah kiri yang nantinya digunakan sebagai kontrol
c.Teteskan plasma citrat pada objek glass sebelah kanan
d.Ambil satu ose koloni kuman,homogenkan pada Nacl,lalu pijarkan ose
e.Ambil satu mata ose kuman,homogenkan pada Plasma citrat
f.Goyangkan,lalu amati terjadinya aglutinasi.Jika pada plasma citrat terjadi adanya aglutinasi atau buiran-butiran,maka dikatakan tes koagulase positif.Berarti bacteri tersebut digolongkan bacteri Staphylococcus yang bersifat patogen,biasanya dari golongan Staphylococcus aureus.

6.Tahan terhadap pengeringan,panas,dan Sodium Klorida 9%
            7.Habitat alaminya pada permukaan epitel  golongan mamalia
8.Pada biakan Staphylococcus yang sudah tua,susunannya berubah berderet(seperti pada streptococcus)

·      
·         Ciri Staphylococcus patogen
      1.tes koagulase positif
2.hemolisa(kemampuan melisiskan erytrosit) positif
3.Memfermentasi manitol bila ditanam pada media MSA
·         Pemeriksaan laboratorium
1.Sampel yang digunakan adalah:
    a.Apusan mukosa atau kulit
    b.Nanah
    c.Darah
    d.Bilasan trachea atau bronchus
    e.Ciran liquor
2.Identifikasi dilakukan dengan cara:
    a.Preparat apus,dibuat langsung dari bahan pemeriksaan dan diwarnai    dengan pewarnaan gram,akan memberikan gambaran bacteri berbentuk bulat dan berwarna ungu dengan susunan bergerombol
b.Biakan pada media
   -Pada media agar darah dan NAS
     Staphylococccus aureus:menghasilkan pigmen kuning emas dan terjadi  hemolisa sempurna
     Staphylococcus albus    :pigmen putih keruh dan tidak menghemolisa   darah
     Staphylococcus citerus  :pigmen pigmen kuning dan  terjadi hemolisa sebagian
-Pda media MSA
  Koloni berwarna kuning berarti bersifat manitol fermenter,biasanya   terjadi pada koloni Staphylococcus aureus
  Koloni berwarna merah berarti tidak memecah manitol
c.Uji katalase dan uji koagulase

2.Streptococcus




·         Sifat dan morfologi
1.Bentuk bulat/coccus ,susunan berderet
2.Tidak bergerak
3.Anaerob fakultatif
4.Gram positif(terkadang gram negatif pada biakan yang sudah tua)
  5.Pembelahan selnya satu arah,sehingga ditemukan koloni berpasangan atau       berderet panjang
·         Klasifikasi klasik:
1.Streptococcus beta hemolytic:hemolisa darah sempurna(terbentuk zona  hemolisa jernih),terjadi pada koloni Streptococcus pyogenes
2.Streptococcus alphe hemolytic:hemolisa tidak sempurna/hemolisa sebagian(terjadi zona hemolisa berwarna kehijauan),terjadi pada koloni Streptococcus mitis
3.Streptococcus gama hemolytic:tidak menghemolisa darah(tidak terjadi zona hemolisa),terjadi pada koloni Streptococcus pyogenes
·         Identifikasi Laboratorium
1.Sampel yang digunakan:nanah(pus),darah,secret hidung,hapus tenggorokan,dll
2.Identifikasi dilakukan dengan cara:
              a.Preparat apus,dibuat langsung dari bahan pemeriksaan dan diwarnai        dengan pewarnaan gram,akan memberikan gambaran bacteri berbentuk bulat dan berwarna ungu dengan susunan berderet
b.Biakan pada media agar darah
    Streptococcus beta hemolytic:putih,hemolisa sempurna
    Streptococcus alpha hemolytic:hijau,hemolisa sebagian
    Streptococcus gaam hemolytic:merah,anhemolisa
c.Uji katalase
d.Uji koagulase:
   - Positif pada Streptococcus pyogenes(BHSGA=Beta hemoliticus Streptococcus group A)
   -Negatif pada spesies Streptococcus selain Streptococcus pyogenes
e.Tes Serologi:ASTO(Anti Streptolysin o)

II.Bactery Coccus Gram Negative
Neisseria Gonorrhoeae




·        Merupakan penyebab penyakit GO(Gonore),yaitu penyakit bernanah yang menginfeksi tractus urogenitalis,dimana penularanyya melalui kontak sesual(termasuk salah satu IMS)
·        Sifat dan morfologi:
1.Bentuk:diplococcus(bulat,lonjong.dengan sisi saling berhadapan seperti biji    kopi
2.Gram negatif
3.Tidak bergerak
4.Menempel pada host dengan melekatkan pili
5.Tumbuh pada media serum darah
6.Tidak berspora
7.Koloni:Bulat,kelabu,keputihan
·         Berat ringannya penyakit GO:
1.Intraseluler:sel GO masih berada didalam sel leukosit(belum menyebar keseluruh tubuh),mengindikasikan infeksi akut
2.Ekstraseluler:sel GO sudah keluar dari sel leukosit(sudh menyebr keseluruh tubuh),mengindikasikan infeksi kronis
·         Diagnosa Laboratorium
1.Bahan Pemeriksaan:secret uretra,conjunctiva atau serviks
2.Identifikasi dengan cara::
a.Pewarnaan Gram: memberikan gambaran kuman diplococcus,gram negatif
b.Kultur:Media perbenihan Thayer Martin dan media transport stuart dan carry- blair.Media thayer Martin diinkubasi  pada 37oC,CO2 5% selama 24-48 jam
c.Test Oksidase:untuk mengetahui adanya enzim  sitokron oksidase yang terikat dalam hemoprotein pada rantai terakhir respirasi arob dengan cara transfer elektron H,langkahnya:sampel digoreskan pada kertas saring yang ditetesi larutan fenillendiamin,fenol akan dioksidasi menjadi warna ungu.
d.Penanaman pada media gula-gula:N.gonorrhoe akan memfermentasi glucosa,dan mmberikan hasil negatif pada maltosa dan sacarosa
e.Pemeriksaan Serologi
   - Immunobloting
   - Radioimmunoassen
   - ELISA


Bacteri Bacil Gram Positif
Corynebacterium diphteria




·         Merupakan penyebab penyakit Difteri,yaitu penyakit pada saluran pernafasan bagian atas dengan gejala khas adanya pseudomembrane(selaput berwarna putih) tepatnya pada tonsilefarinx
·         Disebut juga Bacilus Klebs-Loeffler,karena ditemukan oleh Edwin Klebs dan Friedrich Loeffler pada tahun 1884
·         Sifat dan morfologi
1.Bentuk batang ramping yang mempunyai bentuk seperti huruf cina(V,L,Y)
2.Memiliki granula metakromasi(babes earnts bodies) yang berwarna ungu kehitaman(memberikan gambaran seperti stick drum/drumstick appearance)dengan badan bacteri berwarna coklat atau kekuningan
3.Tidak berspora
4.Motilitas(-)
5.Bersifat gram positif
6.Tidak tahan terhadap asam
7.Susunan menyebar saling tumpang tindih
·         Tiga macam sub species menurut morfologi koloninya pada medium telurit:
1.C.diphteriae Mitis:koloni licin,cembung dan hitam.Waktu generasi 180 menit
2.C.diphteriae Gravis:koloni agak kasar,rata,warna abu-abu atau hitam besar.waktu generasi 60 menit
3.C.diphteriae intermedius:koloni kecil,licin,warna hitam..Waktu generasi 100 menit
·         Diagnosa Laboratorium
1.Sampel:Ulasan dari hidung atau tenggorokan
2.Pengecatan Neisser
a.Buat sediaan langsung pada object glass,lakukan fiksasi
b.Genangi sediaan dengan campuran cat neisser A dan neisser B (perbandingan 2:1)
c.Cuci dengan neisser C selama 3 menit (dengan posisi preparat miring sampai cat neisser A dan B hilang)
d.Buang larutan cat tanpa dicuci,lalu keringkan sediaan menggunakan tissue kering


Bacteri Bacil Gram Negative
1.Salmonella




·         Infeksi oleh bacteri genus salmonella menyerang saluran gastrointestin yang mencakup perut,usus halus dan usus besar sehingga menyebabkn demam tifoin,paratifoid,dan salah satu penyebab penyakit foodborne
·         Sifat dan morfologi:
1.Bentuk batang,gram negatif
2.Motil,bergerak dengan menggunakan flagel peritrik
3.tidak berspora
4.Memfermentasi glucosa,tidak memfermentasi lactosa dan sucrosa
5.Membentuk asam dan gas
6.Membentuk H2S
·         Berdasarkan serotypenya,Salmonella diklasifikasikan menjadi 4 serotype,yaitu:
1.S.paratyphi  A
2.S.paratyphi B
3.Sparatyphi C
4.S.typhi
·         Diagnosa laboratorium:
1.Pewarnaan Gram:Memberikan gambaran bacteri batang berwarna merah dengan susunan menyebar
2.Identifikasi pada media
a.Media MC:koloni bulat,cembung,jernih,smooth
b.Pada biokimia reaksi:glucosa(+),lactosa dan sucrosa(-),gas dan H2S(+)
3.Pemeriksaan serologis
a.Widal test
b.IgM dipstick test


2.Shigella




·         Sifat dan morfologi:
1.Bersifat gram negatif
2.Bentuk btang ramping
3.Motilitas negatif
4.Tidak berspora
5.Tumbuh baik pada suasana aerob dan fakultatif anaerob
6.Menggunakan citrat sebagai sumber karbon
·         Shigella dibagi menjadi 4 spesies,yaitu:
1.Shigella dysentri
2.Shigella flexneri
3.Shigella boydii
4.Shigella sonnei
·         Diagnosa Laboratorium
a.Bahan:Tinja segar,lendir,dan usapan rektum untuk pembiakan.Sejumlah besar leukosit dan erytrosit sering terlihat secara mikroskopis
b.Biakan:Bahan digoreskan pada perbenihan diferensial(mis:MC atau EMB) atau pada media selektif(mis:SS agar)akan membentuk koloni kecil,halus,tidak berwarna
c.Identifikasi pada biokimia reaksi:glucosa(+),lactosa(-),gas(-),citrat(+),urea(-)



3.Escherichia coli




·        Morfologi dan Sifat:
1.Bentuk batang pendek
2.Sifat Gram negative
3.Tidak berspora
4.Motilitas positif,bergerak menggunakan flagella peritrik
5.Beberapa strain membentuk kapsul
6.Aerob dan anaerob fakultatif
·        Bacteri yang diteukan oleh Theodore Escherich  ini umumnya dapat ditemukan pada usus besar manusia sebagai flora normal yang tidak berbahaya,tetapi beberapa type E.coli,seperti E.coli types O157:H7 dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia karena menghasilka eksotoksin yang disebut verotoksin
·        E.coli digunakan senagai indikator sanitasi karena bacteri ini adalah bacteri yang komensal pada usus manusia,umunya tidak patogen sehingga pengujiannya tidak embahayakan dan relatif tahan hidup diair,sehingga dapat dianalisis keberadaannya dalam air
·        Jenis-jenis infeksi E.coli pada usus:
1.Enteropathogenic E coli(EPEC):menyebabkan diare pada bayi dan anak-anak dibawah 1 tahun dengan gejala muntah,malaise,diare dengan disertai demam dengan suhu yang tidak tinggi
2.Enterotoxigenic E.coli(ETEC):enyebabkan diare pada anak dan dewasa negara tropis dan subtropis yang sedang berkembang dengan gejala demam rendah dan tinja encer
3.Enteroinvasive E.coli(EIEC):menyebabkan diare yang mirip dengan yang disebabkan oleh Shigella dengan ciri tinja encer bahkan seperti air,mengandung darah,nanah,lendir,dengan gejala panas dan malaise
4.Enterohemorhagic E.coli(EHEC):dikenal sebagai penyebab diare hemorhagic dan colitis serta hemolytic uraic syndrome(HUS) yang ditandai dengan jumlah trombosit berkurang,anemia hemolitik,dan kegagalan ginjal.Tinja encer,engandung darah,abdomen terasa sakit,dan demam rendah
5.Enteroadherant E.coli(EAEC):menyebabkan diare dengan cara menempel kuat pada mukosa usus dengan gejala tinja encer berair,munth,dehidrasi

·        Diagnosa Laboratorium
1.Bahan:Tinja segar.Spesimen ditanam pada media pemupuk,yaitu media Escherichia coli broth,dimana media tersebut meningkatkan E.coli.Setelah diinkubasi 18-24 jam,ditanam pada media diferential dan selektif
2.Penanaman pada media agar:
a.Media BAP:koloni sedang,abu-abu,smooth,anhemolytis
b.MC:koloni sedang,merah bata atau merah tua,metalic,sooth,sedikit cembung
c.EMB agar:koloni sedang,smooth.kehijau-hijauan,metalic
3.Media Biokimia:
a.TSIA(Triple Sugar iron Agar):terbentuk warna kuning pada dasar dan lereng dan membentuk gas
b.SIM(Sulfur Indol Motility):E coli membentuk indol dan motilitas positif
c.Citrate dan urea dan VP negatif
d.MR positif
e.Fermentasi karbohidrat: Escherichia coli memfermentasi glucosa,lactosa,sucrosa,maltosa,manitol menjadi asam dengan atau tanpa gas.

4.Vibrio cholera




·        Sifat dan morfologi:
1.Bentuk batang bengkok,kadang seperti koma.sedangkan pada biakan lama berbentuk batang lurus
2.Motil aktif,flagel monotrik
3.Tidak berspora
4.Sifat gram negatif
5.Bersifat aerob atau fakultatif anaerob
6.Bersifat halofilik
7.Tidak tahan asam
8.Dapat tumbuh optimal pada air laut bersalinitas 20-40%
·         Dalam keadaan alamiah,Vibrio cholera hanya patogen terhadap manusia,tetapi secara eksperimen juga dapat menginfeksi hewan.Hewan laut yang telah terinfeksi Vibrio khususnya udang akan mengalami kondisi tubuh lemah,berenang lambat,uncul bercak merah pada tubuhnya(red discoloration),menunjukkan gejala necrosis,serta pada malam hari akan terlihat menyala.
·         Gejala klinis:
-       Masa inkubasi 1-4 hari
-       Mual,muantah,diare,kejang perut
-       Ricewater stools yang terdiri dari mukus,sel epitel,dan kuman Vibrio dala jumlah besar
-       Gejala kehilangan cairan dan elektrolit,dehidrasi,kolaps sirkulasi
·         Diagnosa Laboratorium:
a.Sampel:Tinja atau muntahan
b.Perbenihan
- Agar peptone : akan membentuk koloni yang cembung(konvex),bulat dan smooth
- TCBS(selektif) : Vibrio cholera mampu menggunakan sucrosa sebagai sumber karbon,akan berwarna kuning.Sedangkan bacteri lain akan berwarna hijau(ikroba lain juga dapat tumbuh diedia ini,mis:Staphylococcus)
c.Uji Biokimia
- Media KIA : Lereng alkalis(merah),dasar acid(kuning),gas (-)
- Uji Indol (+) terbentuk warna merah keunguan pada permukaan

5.Pseudomonas aeruginosa




·        Kuman ini merupakan penyebab 10-20% infeksi nosokomial.Sering diisolasi dari penderita dengan neoplasma,luka dan luka bakar yang berat
·         Sifat dan Morfologi:
1.Bentuk batang
2.Sifat Gram negatif
3.Motil dengan flagel peritrik
·         Menghasilkan pigmen:
a.Piosianin : Suatu pigmen yang larut dalam chloroform
b.Fluorescent : Suatu pigmen yang larut dalam air
·         Diagnosa Laboratorium:
1.Sampel ditanam pada media BHI(Braint Heart Infision)
2.Koloni dari media BHI ditanam pada media MC,akan terbentuk koloni bulat,cembung,transparant,tepi tidak rata,konsistensi smooth.Lakukan pengecatan gram,P.aeruginosa berbentuk batang,gram negative
3.Uji biokimia
- KIA : lereng kuning(acid),dasar kuning(acid),gas dan H2S (+)
- Uji indol dan VP (-)
- MR (+)
- Uji fermentasi gula-gula semua negative

6.Klebsiella



 

·         Klebsiella pneumonia pertama kali ditemukan oleh Carl Friedlander. Carl Friedlander adalah patologis dan mikrobiologis dari Jerman yang membantu penemuan bakteri penyebab pneumonia pada tahun 1882. Carl Friedlander adalah orang yang pertama kali mengidentifikasi bakteri Klebsiella pneumonia dari paru-paru orang yang meninggal karena pneumonia. Bakteri ini diberi nama berdasarkan penemunya, yaitu Edwin Klebs, seorang ahli mikrobiologi jerman di abad ke-19. Bakteri genus Klebsiella termasuk ke dalam suku Klebsiellae, anggota famili Enterobacteriaceae.
·         Sifat dan morfologi:
1.Gram negatif berbentuk batang
2.non motil
3.fakultatif anaerob
4.Tidak berspora
5.Mengurai lactosa
6.Membentuk kapsul,baik invivo maupun invitro,sehingga koloni berlendir.
·         Klebsiella pneumonia dapat menyebabkan pneumonia. Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli).
·         Diagnosa Laboratorium:
1.Sampel:Urine dicentrifuge,lalu ambil endapannya dan tanam pada media   BHIB.
2.Suspensi bakteri pada media BHIB ditanam pada media MCA,ENDO,BAP
   Pada media MC dan BAP membentuk koloni yang besar,cembung,berwarna merah  muda dan mucoid
   Pada media BAP membentuk koloni besar,putih sampai abu-abu,smooth,cembung,mucoid,dan anhemolytis
3.Pewarnaan gram yang diambil dari koloni pada media MC memberikan gambaran bakteri gram negatif berbentuk batang
4.Uji Biokimia
-KIA :Lereng alkalis,dasar acid gas dan H2S negatif
-Uji fermentasi gula-gula semua positif tanpa disertai pembentukan gas
-Urease dan MR (-)
-Simon citrate dan VP(+)





7.Proteus



 

·         Proteus merupakan kuman ptogen yang menyebabkan infeksi saluran kemih atau kelainan bernanah seperti abses,infeksi dan sebagai salah satu penyebab diare pada anak-anak
·         Sifat dan morfologi
1.Gram negative berbentuk batang
2.Tidak berspora
3.Tidak berkapsul
4.Memiliki Flagel peritrik
5.non Lacote fermenter
6.Bersifat fakultatif aerob/anaerob
·         Diagnosa laboratorium:
1.Sampel:push(nanah)
2.Media pertumbuhan bacteri:
    - MC : ukuran koloni sedang-besar,bentuk smooth,warna merah muda   transparant,permukaan kasar
-   BAP:  ukuran koloni kecil-sedang,bentuk smooth,warna keabu-abuan,permukaan kasar
3.Uji Biokimia
a.Glucosa positif dengan gas,sedangkan gula-gula yang lainnya negatif
b.Citrat (-)
c.Motil dan urea (+)
d.TSIA : lereng alkalis,dasar acid H2S(+) dan gas(-)


8.Yersinia pestis




 

·         Bacteri ini adalah penyebab pes yang ditularkan oleh kutu tikus(flea)  yang merupakan penyebab wabah “kematian hitam” (the black death) yang menyebabkan kematian sepertiga warga Eropa(75 juta orang) pada tahun 1348-1353.Disebuat kematian hitam karena kulit korban yang menghitam akibat perdarahan dibawah kulit (subdermal)
·         3 bentuk infeksi pada manusia:
a.Pnumonik : batuk-batuk,sesak nafas dengan sputum yang cair
b.Septisemik : pucat,lemah sampai koma
c.Bubonik plak : bubo atau pembesaran kelenjar limfe terutama daerah inguinal dan femoral
·         Belakangan ini,Yersinia pestis juga dapat digunakan sebagai senjata biologi dan CDC telah mengklasifikasikan bacteri ini kedalam patogen kategori A sebagai persiapan serangan teroris
·         Sifat dan morfologi bacteri :
1.Batang gram negative gemuk
2.Tidak bergerak
3.Anaerob fakultatif
4.Menghasilkan koagulase pada suhu 28oC,tetapi tidak pada suhu 35oC
·         Identifikasi Yersinia pestis
1.Sampe: Darah,bubo,sputum,nanah,dan liquor cerebrospinalis(jika ada gejala meningitis)
2.Tahap pengkayaan
10-25 gram spesimen dimasukkan kedalam blender,kemudian ditambah media BPW(buffered peptone water),BHI(Brain Heart Infusion) atau nutrient broth.Buat spesimen 10% dan ink 24 jam pada 37oC
3.Tahp seleksi
- Inokulasi pada BAP : terbentuk koloni bulat,cembung,kecil,berwarna keabu-abuan dan kental
Pewarnaan gram memberikan gambaran bakteri gram negative batang gemuk
-  Uji Biokimia :
1.Motil,citrat,urea,VP (-)
2.MR (+)
3.Uji katalase (+) uji oksidase (-)



9.Treponema Pallidum



 

·         Treponema pallidum merupakan bacteri berbentuk spiral yang merupakan penyebab penyakit sifilis.Penularan penyakit ini melalui kontak seksual yang juga dapat menular kepada bayi didalam kandungan melalui transplasental
·         Sifat dan morfologi :
1.Bersifat Gram Negative
2.Berbentuk spiral ramping
3.Motilitas (+)
4.Bersifat mikroaerofilik dan membutuhkan oksigen rendah
5.Memperlihatkan impregnasi perak didalam jaringan karena mampu mereduksi perak nitrat manjadi logam perak
6.Bacteri ini dapat diinaktifkan dengan cepat dengan pemanasan sedang,keadaan dingin,kekeringan dan dengan desinfektan
·         Diagnosa Laboratorium :
1.Specimen : cairan jaringan yang diambil dari lesi superficial dini untuk melihat adanya bacteri spirochaeta dan serum untuk uji serologis.
2.Pemeriksaan mikroskopis :
Bersihkan lesi dengan pinset dan kain kasa dengan NaCl,tekan lesi sampai keluar serum Ritz yang jernih(bila berdarah diulang).Dibuat preparat basah untuk mikroskop medan gelap.Disamping itu ibuat pula preparat basah dengan tint cina atau preparat kering dengan pengecatan fontana
2.Pemeriksaan Serologis :
a.Uji flokulasi VDRL (Veneral Disease Research Laboratory
b.Uji Fiksasi komplemen : CF,Wasserman,Kolmer







BACTERIOLOGI







Oleh:
Diana Mayasari
NIM:30112089













PROGRAM STUDI DIII AAK AKSELERASI
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
 INSTITUT ILMU KESEHATAN
 BHAKTI WIYATA
 KEDIRI

2014
Posting Komentar