Sabtu, 01 Maret 2014

*Inspirasi Kesetiaan Bersama Cap Kaki Tiga*

   Kesetiaan,berasal dari kata setia, yang tentunya tergantung pada masing-masing pribadi untuk mengartikannya. Bagiku, Kesetiaan berarti satu kata, yaitu IBU. Kenapa? Karena kesetiaannya untuk menjaga dan merawat keluarga patut diacungi jempol. Kasih sayangnya tak akan pernah pudar sepanjang masa. Ia akan mendedikasikan seluruh hidupnya demi kebahagiaan keluarga tercinta. Saya yakin anda semua setuju dengan kata-kata saya. Semua ibu didunia ini, tak perduli apapun itu profesinya, latar belakang pendidikannya, maupun jenis kultur atau lingkungannya, pasti selalu memprioritaskan kepentingan keluarga diatas segalanya. Sayapun tidak tahu bagaimana bisa terjadi keseragaman kharakter semua ibu, mungkin sudah menjadi kodrat seorang ibu untuk selalu mampu menjadi penopang keluarga terkuat, bahkan disaat terburuk sekalipun.
     Angankupun melayang disaat ibuku tercinta masih ada di dunia. Ya,,, Ibuku telah berpulang kehadirat Yang Maha Kuasa saat aku berumur 19 tahun. Walau singkat, namun kebersamaanku dengannya selama 19 tahun telah cukup membuatku mengerti bahwa kesetiaan seorang ibu kepada anak-anaknya tak akan pernah terganti. Flashback sedikit ya pemirsa :D ... Aku lahir didalam keluarga yang bahagia, namun semua itu tak berjalan lama, saat aku menginjak kelas 2 SMP, kedua orang tuaku bercerai. Saat itu aku belum mengerti dan tidak mencampuri alasan mereka mengambil keputusan yang merubah hidupku seratus delapan puluh derajat itu. Singkat cerita, aku dan ketiga saudaraku memilih melanjutkan hidup bersama ibu, sementara ayah telah memiliki keluarga baru. Hidup terasa semakin sulit ketika ibu mulai sakit-sakitan dan satu-persatu omset keluarga kami terjual. Disaat bersamaan, ibu harus memikirkan biaya sekolahku dan biaya kuliah kakak perempuanku, belum lagi saat itu kedua kakak laki-lakiku masih belum mapan dan masih sering membutuhkan bantuan finansial dari ibu. Tidak jarang ibu mengabaikan waktu kontrol kerumah sakit karena uangnya terpakai untuk keperluan kami putra putrinya. Setelah melalui perjuangan yang berat dan panjang, kamipun berhasil melalui semua itu. Walau dengan tertatih dan terseok, semua kakakku berhasil mendapat kerja, termasuk aku. Selepas menyelesaikan jenjang SMA, aku diterima bekerja disebuah pabrik. Namun sayang, selang setahun aku bekerja, Tuhan mengambil ibu untuk selama-lamanya. Mungkin Tuhan telah menutup jalan nafas ibu, mungkin kami tak lagi bisa merasa hangat raganya, namun semangat juang dan pengabdian yang beliau tanamkan dijiwa kami tak kan pernah hilang. Kesetiaan beliau menjaga dan merawat kami sepanjang hidupnya, menginspirasi kami anak-anaknya untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga, sekalipun untuk mendapatkannya harus bersimbah darah dan nanah.
    Dan kini, saat aku memiliki seorang putri, aku selalu berusaha menerapkan nilai-nilai yag beliau ajarkan, untuk selalu memberikan yang terbaik kepada keluarga, terutama kepada putriku.
Seperti Cap Kaki Tiga yang selalu setia selama 75 tahun memberikan manfaat untuk jutaan keluarga, tidak hanya di Indonesia, tapi juga diseluruh dunia dengan selalu setia menjaga jaminan mutu dan kwalitasnya. Kehadirannya di Indonesia pada tahun 1978 disambut hangat oleh masyarakat sebagai satu-satunya pelopor minuman pereda panas dalam. Kesetiaan, dedikasi, dan pengabdian Cap Kaki Tiga dibuktikan dengan keberhasilannya dalam menyabet penghargaan top Brand sebagai minuman pereda panas dalam no.1 di Indonesia.


 
 
    Hal ini semakin mengukuhkan Cap Kaki Tiga sebagai  minuman pereda panas dalam terbaik walau akhir-akhir ini mulai bermunculan produk serupa dari brand lain.
    Seperti seorang ibu yang selalu setia menjaga keluarga kecilnya, Cap kaki Tiga selalu setia menjaga keluarga Indonesia dari gejala panas dalam.
Sukses terus Cap Kaki Tiga,,,,jangan lelah berinovasi untuk terus meningkatkan kwalitas produkmu ^_^

 Seorang ibu selalu memberi yang terbaik untuk buah hatinya


Info Lebih lanjut :
Posting Komentar